saya baru saja kehilangan. sebuah helm. helm pertama yang saya punya untuk saya sendiri. helm hadiah dari bunda, papa, dan mas kelik, yang juga sekaligus dengan motornya. untuk saya, motor dan helm itu merupakan modal untuk mempermudah hidup saya ke depan.
hanya sebuah helm kok yang hilang. alhamdulillah tidak dengan motornya. tapi saya merasa begitu berbeda.
ini bukan kehilangan yang pertama bagi saya. sebelum ini, beberapa bulan yang lalu saya kehilangan sebuah ponsel dalam perjalanan menggunakan kereta ketika menuju ke Bogor. kehilangan ponsel ini lebih menyakitkan daripada kehilangan helm kali ini. mungkin karena tentu saja harganya lebih mahal. memang bukan barang mewah yang bagaimana. tapi tetap saja saya merasa itu menyakitkan. karena efeknya sampai detik ini saya terbilang tidak bisa berkomunikasi dengan baik. tentu saja komunikasi yang melibatkan jasa ponsel di dalamnya, sms sering terlambat masuk karena ponsel saya yang sekarang sulit menangkap sinyal provider saya saat berada di dalam gedung. telpon sering tidak terjawab, karena tidak ada getar dan nada dering. dan seringkali di dering ketiga atau keempat ponsel saya sudah tewas karena lemah syahwat. lemah baterai maksudnya.
jangan kira saya tidak mau membeli yang baru. tentu saja sangat ingin. tapi betapa malunya kalau harus minta ke orang tua. mau ga mau harus nunggu sampai tabungan mencukupi. masih jauh dari kata cukup. karena banyak faktor. ah kalo ini curhat yang beda lagi urusannya.
kembali ke masalah helm.
kehilangan ini bukan yang pertama. tapi saya merasa sangat berbeda.
saya merasa tertohok sekali. dalam beberapa hari ini saya sudah kehilangan 4 hal dalam hidup saya.
3 yang lain adalah manusia. orang-orang yang sangat saya sayangi. mereka tidak benar-benar pergi. saya kehilangan mereka sebagai sosok yang sebelumnya saya kenal. sekarang dan di waktu yang akan datang, mereka bukanlah lagi mereka yang sama seperti kemarin.
kahilangan yang sebelumnya, saya selalu merasa bahwa seseorang atau siapapun telah mengambilnya dari saya. tapi kali ini saya sadar. saya kehilangan itu semua, karena saya tidak menjaganya dengan baik. saya kehilangan karena memang saya tidak pantas. saya kehilangan karena saya tidak bisa menjaga amanah dengan sebaik-baiknya.
hanya sebuah helm. tapi ini merupakan teguran yang sangat keras bagi saya. saya lalai. bukan kesalahan orang lain. tapi karena saya yang lalai menjaganya.
maaf ya Rabb. saya akan berusaha memperbaiki itu semua. terima kasih masih mau menegur saya, hambaMu yang hina ini.
No comments:
Post a Comment